Cari Blog Ini

Kamis, 25 Februari 2010

my first posting

Lokalisasi 24.

Jalan masuk yang kecil dan sempit walaupun jalanan tersebut beralaskan aspal yang lembut, tapi luas jalan tersebut hanya cukup untuk 1 mobil ke satu arah dan jalan pun habis dimakannya , ketika malam tidak ada lampu yang menyoroti saat masuk ke dalamnya. Sisi kiri dan kanan merupakan hutan-hutan. Sesaat ketika masuk k saya merasa ketakutan, cemas, dan sedikit panik. Tapi itu dapat saya redam dalam-dalam ketika saya memasuki daerah tersebut , ya ternyata beginilah kehidupan batu 24 yang terkenal seantero tanjung pinang itu. Kelihatan seperti komplek perumahan nasional atau yang sering kita sebut dengan prumnas. Setibanya disana saya di sambut oleh gapura yang menghiasi pangkal perumahan yang akan saya masuki. Setelah pintu gapura terdapat pos penjagaan yang di jaga oleh 2 orang yang ternyata di jaga oleh anak muda.
Saat itu baru pukul 21.00 sesaat saya tiba. Di komplek batu 24 ini ternyata terdapat fasilitas layaknya di kota seperti counter pulsa, kafe, bar, rumah makan, warung, dan lain-lain. Walaupun fasilitasnya tidak selengkap di kota tetapi bagi komplek yang luasnya kurang lebih seperti komplek perumahan taman bahagia ini termasuk lengkap. Disana terdapat sekitar 40-50an rumah berjejer panjang ke samping dan ke belakang. Sidik punya selidik ternyata semua rumah disana adalah rumah BORDIL ! .Astagfirullahallazim. Hanya kata-kata itu yang bisa terucap di bibirku ketika mengetahui hal tersebut. Walaupun disana adalah tempat hiburan bagi laki-laki hidung belang tapi saya tidak menyangka bahwa semua rumah di sana adalah rumah bordil tanpa kecuali. Setiap rumah terdapat 5-20 kamar yang semuanya ternyata berisi gadis-gadis yang berumur 16-45 tahunan yang menjajakan diri mereka kepada laki-laki hidung belang. Ya, 16 tahun. Gadis-gadis seperti mereka seharusnya masih mengenyam bangku sekolah dan menikmati masa-masa SMA. Cukup tragis bukan jika dilihat ketika mereka menggoda para lelaki yang melewati depan rumah bordil mereka sambil melambai-lambaikan tangannya dan mengeluarkan kata-kata “Mampir dong mas, ntar di kasi servis yang HOT loh ! “. Dengan menggunakan baju yang minim, rok yang panjangnya hanya dapat menutupi bagian sensitif mereka, serta make up yang tebal layaknya seorang diva yang akan menggelar konser akbar. Waktu menunjukkan pukul 22.00. Komplek ini semakin padat dengan kedatangan tamu-tamu dari luar sehingga keadaan di dalam komplek tersebut bak pasar ikan. Wanita-wanita sebagai pedagang dan para lelaki sebagai pembeli. Para wanita bersaing mempromosikan diri mereka bagaikan saleswomen dan para lelaki pun hanya terperangah melihat para wanita menunjukkan kelebihan mereka. Saya melewati mereka semua sambil melakukan observasi lebih lanjut tentang keadaan disana. Ternyata di sana terdapat mesjid yang tidak terlalu besar walaupun sedikit ironis kelihatannya ketika melihat keadaan orang di sekitar mesjid tersebut bertingkah seperti itu . Seperti mesjid disana tidak mempunyai arti apa-apa. Walaupun ada beberapa penduduk yang meggunakan jilbab dan menggunakan pakaian yang tertutup tapi tetap saja tidak bisa menutup kemungkinan pandangan jelek orang terhadap komplek tersebut . Keberadaan lokalisasi seperti ini memang sepertinya di butuhkan jika dilihat dari perkembangan zaman walaupun bertentangan dengan agama dan juga moril. Banyak pekerja-pekerja yang kesepian di kota sehingga membuat mereka mencari kesenangan/hiburan di lokalisasi batu 24 ini, dan dengan adanya tempat ini maka berkuranglah kasus pencabulan dan juga pemerkosaan di kota karena sudah tersedia tempat penyalur hasrat. Dan juga tempat ini membantu masyarakat yang tinggal di dalamnya karena dengan begitu (menjual diri) mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari walaupun dengan cara yang tidak tepat, serta adanya tempat ini pengangguran pun berkurang walaupun tidak banyak, tapi setidaknya dapat mengurangi pengangguran, dan serta merta membuat wanita disini  menjadi mandiri walaupun dengan cara yang tidak wajar dan juga tidak bermoral.
Tetapi dari kelebihan-kelebihan yang saya deskripsikan di atas  lokalisasi batu 24 tetap memiliki sisi negatifnya yaitu :
1. Peningkatan pengidap HIV/AIDS.
2. Rusaknya moral wanita .
3. Peningkatan penyakit kelamin.
4. Hilangnya nilai agamis dan moral di dalam kehidupan.
5. Dll

Walaupun begitu setiap hal memiliki 2 sisi , yaitu sisi pisitif dan negatif. Sebagai warga negara yang baik kita tidak boleh memandang suatu hal dari 1 sisi saja tapi harus melihat dari 2 sisi karena semua hal yang ada di dunia ini memiliki 2 sisi. Dengan demikian walaupun lokalisasi 24 memiliki segudang sisi negatif tetapi kita harus memandangnya dengan bijak . Di balik semua sisi negatif yang ada terdapat sisi positif yang juga tidak boleh di abaikan. Tidak lama kemudian saya pulang ke kota dengan membawa pelajaran baru.

Sabtu, 20 Februari 2010

seee....

this is my first blog..
hhe perkenalkan namaku try dharma fitrinaka
kalian smua bisa memanggilku dengan nama naka...
aku tinggal di pinang..
inii blog pertamaku jadii masih blajar2 gt dde..
hhe...